One voice, unify power, unify actions for workers rights

Posts tagged ‘KSBSI’

Press Release: National strike two millions workers

Majelis Pekerja Buruh Indonesia (Indonesia Workers-Labours Council) or MPBI  as the umbrella of Indonesia labour movement declared in 1st May 2012 at Bung Karno Stadium has considered policy of Manpower and Transmigration Ministry Muhaimin Iskandar insisting the issuance of Decree of Manpower and Transmigration Ministerial No. 13/2012 on Components and Stages of Decent Living Standard Implementation for single worker which consists of 60 items from previously 46 as an indication of “LOW WAGE POLICY” of which government still wants to carry out. MPBI has also considered the policy as an ignorant in government side to enact Constitutional Court mandate for providing a decent living for outsourced workers working without job security.
On the other hand, after almost one year of BPJS (Social Security Implementation Agency) endorsement, Government Regulation on Health Insurance and Cash Assistance Recipient (PBI) which should be a derivative regulation following the establishment of the agency is still no exist. It seems that government has not been serious in preparing Health Insurance for all people as mandated in Articles 28H verse (3) and 34 verse (2) of Constitution 1945. Rumour has spread that Government unilaterally has determined allocation worth of Rp 25 trillion in the upcoming 2014 State Budget for “health assistance funds” of estimated 96, 4 million poor people who will be “cash assistance recipient.” This means each recipient will get slightly more than Rp 22 ribu. If one looks at data Health Ministry has provided, there will be 121 million and 50 million, out of 245 million Indonesia people, who will be participants in Health BPJS and non- Health BPJS, respectively. In other word, there will be 170 million people who will have Health Insurance and another 80 million people will not have Health Insurance in 1st January 2014. The way government allocates budget for health insurance really hurts people heart because Articles 28H (3) and 34 of Constitution 1945 states: “State develops a social security system for all people and empowers people who are in disadvantaged position and poor according to human dignity.”  (more…)

2012 International Women’s Day: Continuing a Struggle for Realizing Welfare and Gender Equality

International Women’s Day commemorated on 8 March by all women around the world is a women movement’s victory in fighting for women rights and equality. Initially, in 1910 an international conference organized by socialists was held in Copenhagen to honour the movement for women’s rights and to build support for achieving universal suffrage for women. A year later (1911), first International Women’s Day was celebrated in Denmark, Austria, Germany and Switzerland involving one million women and men in rallies demanding suffrage, women’s rights to work, and an ending to discrimination against on the job.

With theme of “Continuing the Struggle for Realizing Welfare and Gender Equality,” this year celebration in not to solely celebrate the day but also a part of women’s struggle for demanding their yet-to-finish rights. Women in Indonesia, especially woman workers, have still to fight for the upholding law on manpower which is not yet implemented as expected, for demolishing a wage gap among male and female workers, for overcoming sexual harassment and gaining menstruation and maternity leaves which now still far from complying with regulations. Woman workers have to be in frontline to fight for gender equality in workplace. (more…)

Hari Perempuan Internasional 2012: Melanjutkan Perjuangan untuk Mewujudkan Kesejahteraan dan Kesetaraan Jender

Hari Perempuan Internasional (International Women Day) dirayakan setiap tanggal 8 Maret oleh kaum perempuan diseluruh belahan dunia merupakan sebuah kemenangan gerakan perempuan dalam memperjuangkan hak-hak dan kesetaraan kaum perempuan. Awalnya, pada tahun 1910 sebuah konferensi internasional di Copenhagen yang diorganisir oleh kaum sosialis yang memutuskan untuk ada satu momentum hari perempuan internasional sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan hak-hak asasi perempuan dan mendorong perjuangan hak suara perempuan diseluruh dunia.  Setahun kemudian (1911) Hari Perempuan Internasional pertama kali diperingati di Denmark, Austria, Jerman dan Swiss yang melibatkan satu juta perempuan dan laki-laki melakukan aksi turun ke jalan dengan tuntutan: hak ikut serta dalam pemilu, hak untuk bekerja, penghapusan diskriminasi dalam bekerja.

Memaknai peringatan tahun ini dengan mengambil tema “Melanjutkan Perjuangan Untuk menwujudkan Kesejahteraan dan Kesetaraan Jender”, maka perayaan kali ini tidak hanya sekedar memaknai Hari Perempuan Internasional sebagai perayaan saja, tetapi sebagai bagian dari perjuangan perempuan untuk menuntut hak-haknya yang sampai hari ini belum selesai. Seperti masalah yang di hadapi oleh kaum buruh perempuan Indonesia yaitu tentang peneggakkan terhadap undang-undang ketenagakerjaan yang tidak dilaksanakan sebagai mana mestinya sepertinya, ketimpangan upah antara laki-laki dan perempuan, pelecehan seksual, cuti haid maupun cuti melahirkan yang tidak sesuai dengan ketentuan Undang-undang. Buruh perempuan harus berada di garda paling depan untuk memperjuangkan kesetaraan gender dalam dunia kerja.  (more…)

Kunjungan Delegasi Tripartit Bangladesh

Kantor SEKBER PLKI akan mendapatkan kunjungan delegasi tripartit Bangladesh pada tanggal 7 Maret 2012. Mereka mengunjungi kantor SEKBER PLKI untuk melihat kerjasama nyata dari empat Konfederasi untuk mewujudkan “satu aspirasi” di antara para pemimpin serikat pekerja/buruh serta memastikan keterlibatan yang lebih besar dari konfederasi sebagai satu kesatuan dalam proses penerapan Pakta Lapangan Kerja Indonesia dan proses memperkokoh perlindungan terhadap pekerja/buruh

KSBSI mendesak pemerintah memberikan perlindungan yang layak kepada PRT

Setelah acara Konferensi Pers, K2N KSBSI mengadakan pemutaran film dokumenter tentang PRT

Dalam siaran pers yang diadakan dikantor KSBSI kemarin (Kamis/1 Maret 2012), Komite Kesetaraan Nasional (K2N) Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia mendesak pemerintah untuk segera mengesahkan UU PRT dan segera meratifikasi Konvensi ILO No. 189 tentang Kerja layak Bagi Pembantu Rumah Tangga (PRT).

Pada kesempatan  tersebut saudari Yatini Sulistyowati, ketua K2N menjelaskan bahwa “hak-hak buruh perempuan  khususnya pekerja rumah tangga belum terlindungi. Kesetaraan hak mendapatkan upah layak, perlindungan sosial, hak cuti dan melahirkan sangat dibutuhkan pekerja rumah tangga (PRT)”, oleh karena selain mendesak pemerintah untuk segera mengesahkan UU PRT dan ratifikasi Konvensi Ilo No. 189, KSBSI juga meminta pemerintah untuk melakukan Amandemen UU No. 39 tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar negeri, dan pengawasan ketenagakerjaan hendaknya melalui sistem tripartit.

Lebih lanjut Saudara Mudhofir, Presiden KSBSI, menyampaikan bahwa perjuangan serikat buruh tidak hanya berfokus pada buruh-buruh disektor industri saja, oleh karenanya melalui Komite Kesetaraan, KSBSI mengakui dan menjalankan kebijakan kesetaraan bagi semua buruh, khususnya perlindungan bagi buruh perempuan, dan tak kecuali perjuangan bagi PRT dalam mendapatkan pengakuan dan hak-hak normatif layaknya buruh disektor industri.

Siaran pers tersebut dilaksanakan sebagai persiapan perayaan Hari Internasional Perempuan (International Women’s Day) pada tanggal 8 Maret ini. KSBSI memaknai Hari Perempuan Internasional tidak hanya sebagai perayaan saja, tetapi sebagai bagian dari perjuangan perempuan, khususnya buruh perempuan, untuk menuntut hak-haknya yang sampai saat ini belum selesai. Tema “ Pekerjaan yang layak untuk Pekerja Rumah Tangga”, diusung untuk mensosialisasikan kepada masyarakat luas bahwa perjuangan perempuan untuk mendapatkan hak yang setara dengan laki-laki melalui jalan berliku, dan tidak ada satu hal yang didapat tanpa melalui perjuangan. Dan yang terpenting adalah menggugah majikan pengguna jasa PRT untuk memperlakukan mereka dengan  baik dan menghormati hak-hak PRT sebagai manusia yang harus dimanusiakan.

Pada kesempatan perayaan Hari Internasional Perempuan tahun, K2N KSBSI juga menyelenggarakan acara Bazar Sembako Murah dan diikuti pemutaran film dokumenter tentang PRT.

Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi Saudari Yatini Sulistyowati, Ketua K2N KSBSI: tini_k2nksbsi@yahoo.co.id

Link news:

KSBSI Minta Nasib PRT Diperhatikan (Kompas)

Kebebasan Berserikat dan Berunding Bersama adalah Hak Fundamental Pekerja

Para peserta yang mewakili empat Konfederasi berfoto bersama dengan para narasumber dari kantor ILO

Selama dua hari dari tanggal 15 Februari sampai dengan 16 Februari 2012, 24 peserta yang mewakili empat Konfederasi berkumpul bersama untuk mengikuti Lokakarya Bersama yang diselenggarakan oleh SEKBER PLKI bersama dengan ILO ACTRAV.

Bersama dengan Saudara Puthut Yulianto, ACILS Program Manager, peserta membedah laporan Survey Pelanggaran Hak Dasar Buruh di Sektor Formal. Laporan survey tersebut dibuat pada tahun 2010, ada lima pelanggaran utama yang ditemukan yaitu: (1) diskriminasi terhadap pekerja perempuan ditempat kerja, cuti hamil dan penghalangan cuti haid; (2) diskriminasi anti-serikat pekerja, dimana pengusaha secara rutin membentuk serikat pekerja kuning untuk melemahkan serikat pekerja yang dibentuk oleh pekerja/buruh; (3) banyak perusahaan menolak untuk bernegosiasi dengan itikad baik dengan serikat pekerja; (4) peraturan Undang-Undang Ketenagakerjaan tentang hak mogok melanggar Konvensi ILO yang relevan dengan membuat sejumlah kendala yang membuat sulit untuk menggunakan hak tersebut, dan; (5) pelanggaran besar-besaran terhadap undang-undang yang berkaitan dengan pekerja/buruh kontrak dan outsourcing.

Peserta juga menyadari bahwa biarpun laporan tersebut dibuat pada tahun 2010 tetapi situasi tersebut masih relevan sampai saat ini. Ada beberapa kasus yang saat ini sedang berlangsung yang dilaporkan dan menjadi bahan diskusi menarik pada hari pertama lokakarya.

Brother Shigeru Wada, Senior Specialist dari kantor ILO Biro untuk Pekerja (ACTRAV), ikut menanggapi hasil dari laporan itu khususnya tentang hak mogok. Beliau mengatakan bahwa hak mogok di Indonesia dilindungi oleh Undang-Undang tetapi prosedur yang diatur dalam undang-undang telah menghambat pelaksanaan hak itu sendiri.

Menyadari situasi tersebut maka perlunya kapasitas para pemimpin buruh dan para buruh sendiri untuk meningkatkan dirinya bersama organisasi agar mampu membela dan mempertahankan hak dan kepentingan.  (more…)

Joint Trade Union Workshop on Freedom of Association and Collective Bargaining

Under the initiative of ACTRAV together with NORMS and ROAP the ILO has launched the campaign in Asia and the Pacific region on the ratification and implementation of Core Conventions and in particular on C87 and C98. Since the ACTRAV initiative started when ILO/ITUC-AP/MTUC Asia Pacific Conference on C87 and C98 was held in May 2009 inMalaysia, trade unions in the region have been encouraged by the ILO to actively take part in the campaign. The ITUC-AP and GUFs have also joined the Campaign.

Trade union organizations in Indonesia, led by two KSPSI, KSPI and KSBSI, in various regional and national meetings, welcomed the campaign and pointed out weaknesses in implementation of C87 and C98, both of which Indonesia ratified. Lack of proper follow-up of the recommendations of ILO Committee of Freedom of Association as well as other international instruments was one of such weaknesses and increasing union busting at provincial and district levels as a result of decentralization was another. The above four confederations, through the joint activities of Indonesian Jobs Pact, particularly requested the ILO to provide additional capacity building activities for trade unions to develop their strategy to improve the implementation of Conventions No. 87 and 98 in the country. Meanwhile, the four confederations in December 2011 successfully set up a joint secretariat (SEKBER PLKI) to coordinate their activities in relation to the ILO and Indonesian Jobs Pact.  (more…)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.