One voice, unify power, unify actions for workers rights

Foto: Dokumen ILO (Warta ILO Jakarta)

Indonesia adalah negara pertama didunia yang mengadopsi Pakta Lapangan Kerja Global ILO. Seperti yang diberitakan dalam Warta ILO Jakarta Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, menyaksikan penandatanganan Pakta Lapangan Kerja Indonesia (PLKI) pada  13 April, di Istana Presiden, Jakarta, Indonesia. Pakta ini ditandatangani oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar, sebagai Ketua LKS-Tripartit Nasional, Myra H. Hanartani, Deputi LKS-Tripartit Nasional dari unsur Pemerintah, Sofjan Wanandi, Deputi dari pengusaha, dan Thamrin Mosii, Deputi dari serikat pekerja/serikat buruh. 

PLKI dirancang untuk membawa manfaat pertumbuhan ekonomi bagi setiap warga negara melalui penciptaan lapangan kerja yang layak dan produktif. Pakta ini mendorong perekonomian Indonesia agar secara regional lebih kompetitif sekaligus mendukung tujuan kebijakan nasional. PLKI pun mewakili prioritas Pemerintah Indonesia, pekerja dan pengusaha serta mencerminkan komitmen tripartit untuk melakukan aksi bersama guna memastikan perekonomian Indonesia lebih kaya lapangan kerja, meningkatkan daya saing ekonomi, meningkatkan hubungan industrial dan melindungi pekerja yang rentan. Indonesia termasuk di antara negaranegara percontohan pertama yang menetapkan proses dialog dan adaptasi nasional dari Pakta Lapangan Kerja Global yang diadopsi di Konferensi Perburuhan Internasional pada 2009,yang mencapai puncaknya pada penandatanganan Pakta Lapangan Kerja nasional. Pakta Lapangan Kerja Global ILO (Global Jobs Pact/GJP) menawarkan seperangkat kebijakan yang seimbang dan realistis yang dapat diadopsi di tingkat negara untuk memperkokoh upaya-upaya yang sudah berjalan di tingkat nasional guna menanggulangi krisis serta mencapai keberlanjutan ekonomi, sosial dan lingkungan.

Sebagai salah satu penandatangan PLKI, ke-empat Konfederasi, dan menyadari tantangan ekonomi nasional pada khususnya dan dunia pada umumnya, seperti kecenderungan fleksibilitas pasar kerja, maraknya tenaga kerja paruh waktu, kecenderungan menggunakan tenaga kerja perempuan, peningkatan bentuk-bentuk pekerjaan non-standar, pemborongan pekerjaan dan kerja kontrak yang tidak sesuai dengan aturan dan penempatan pekerja/buruh pada tempat kerja yang berbahaya tanpa perlindungan yang layak, mendorong empat Konfederasi serikat pekerja/serikat butuh untuk mengambil tindakan-tindakan yang lebih strategis guna melindungi kepentingan pekerja/buruh. Oleh karena empat Konfederasi Serikat Pekerja/Serikat Buruh telah menetapkan kebijakan dan program aksinya bagaimana seharusnya portofolio Pakta Lapangan Kerja Indonesia seharusnya dijalankan. Baca selengkapnya kebijakan dan program aksi  disini

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Pakta Lapangan Kerja Indonesia, silahkan baca disini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: