One voice, unify power, unify actions for workers rights

Seminar Nasional dalam Kongres ke-3 Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) hari ini yang bertajuk “Serikat Pekerja dalam Merespon Isu Kebebasan Berserikat, Kebijakan Upah dan Outsourcing” di Hotel Grand Jaya Raya Cipayung menegaskan bahwa undang-undang perburuhan tidak memberikan jaminan perlindungan: (1) kepastian kerja, (2) kepastian penghasilan, dan; (3) social security.

Tiga narasumber: (1) Saiful DP, Ketua Umum FSP KEP, (2) Aruna Salam, Sub-regional Sekretaris International Metal Federation (IMF) Asia Tenggara, dan; (3) Said Iqbal, Ketua Umum FSPMI menegaskan bahwa politik upah buruh murah tidak mencerminkan keadilan pengupahan dan pertumbuhan ekonomi riil. Upah kelayakan hidup adalah tujuan pergerakan buruh di Indonesia.

Outsourcing yang saat ini menjadi tren perekruitan buruh menjadikan situasi buruh pada kondisi dan syarat-syarat kerja yang memprihatinkan. Ekploitasi terhadap buruh outsourcing ini juga termasuk dengan tidak menikmati kebebasan berserikat. 

Menyejahterakan buruh adalah mudah, upah layak bagi kehidupan adalah standar untuk memberikan kekuatan daya beli buruh dan pertumbuhan riil ekonomi.

Gerakan buruh yang kuat menjadi strategi KSPI untuk membangun kekuatan kolektif organisasi baik ditingkat tempat kerja dan nasional.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: