One voice, unify power, unify actions for workers rights

Aung San Suu Kyi menyampaikan dipidatonya dalam Sidang ke 101 Organisasi Perburuhan Internasional. Foto oleh ILO

Aung San Sun Kyi pemimpin partai oposisi Burma, Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), melakukan lawatannya pertama ke Eropa setelah 24 tahun menghabiskan waktunya dalam tahanan rumah. Pilihan pertama kunjungan kali ini adalah ke Jenewa dan memberikan pidato pertama kalinya dalam sidang tahunan kantor Perburuhan Internasional (ILO). Kunjungan dan pidatonya dalam sidang tahunan ini menjadi tonggak penting, kenapa Suun Kyi memilih ILO. Dia memilih untuk pergi dulu ke ILO karena kampanye yang tiada henti atas sistem perburuhan di Burma, sebuah kampanye yang dinilai membuat rezim militer terus berada dalam sorotan selama Suu Kyi menjalani tahanan rumah.

Orang Muda

Dalam pidatonya Suu Kyi juga mengatakan negaranya memerlukan hal yang disebut pertumbuhan pembangunan yang ramah demokrasi dan bahwa generasi muda khususnya memerlukan dukungan. Dia mengatakan bahwa jumlah penggangguran tidaklah terlalu tinggi tetapi keputus-asaan telah mengancam masa depan. Pengganguran orang muda telah menghilangkan kepercayaan dalam masyarakat karena telah gagal untuk memberi mereka kesempatan untuk menyadari potensi mereka. Oleh karenanya dia menekankan bajwa pelatihan kejuruan (vocational training) hendaknya mengarah pada penciptaan lapangan kerja 

Buruh migran

Mengenai buruh migran Burma yang berada di Thailand, Suu Kyi mengatakan banyak dari mereka ingin pulang dan berharap dia dapat memberikan peluang bagi mereka. Tetapi menyadari bahwa mereka mengadu nasib untuk memperbaiki kehidupannya maka dia menekankan perlunya kerjasama bilateral yang baik antara Burma dan Thailand untuk memberikan perlindungan kepentingan mereka.

Investasi dan bantuan

Aung San Suu Kyi sangat menyadari bahwa negaranya sekarang terbuka untuk bisnis dan investor asing tertarik untuk menanamkan modal di negara ekonomi baru Asia ini, dan dalam pidatonya Suu Kyi menekankan bahwa Burma butuh demokrasi yang bersahabat dengan pertumbuhan ekonomi (democracy-friendly development growth), dan dia meminta agar keuntungan bisa dibagikan kepada rakyat, terutama kaum muda yang membutuhkan dukungan komunitas internasional untuk membangun masa depan yang lebih baik.

“Saya meminta bantuan dan investasi yang bisa memperkuat proses demokratisasi dengan mendorong kemajuan ekonomi dan sosial yang bermanfaat untuk reformasi politik,” kata Suu Kyi.

Silahkan simak pidatonya melalui video yang dikeluarkan oleh ILO

Comments on: "Pidato Aung San Suu Kyi dalam Sidang Tahunan ILO" (1)

  1. […] berita ini dimuat dalam Web-blog Sekber IJP Aung San Suu Kyi menyampaikan dipidatonya dalam Sidang ke 101 Organisasi Perburuhan Internasional. […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: